Selamat Siang~ Selamat Datang
Kupersembahkan, entri pertama
Judulnya...
Kupersembahkan, entri pertama
Judulnya...
The Beginning
Waktu aku kelas 2, aku punya teman namanya Bunga. Dia baik, cantik, pinter. Pokoknya dia idaman anak cowok seangkatan, tapi dulu belom mikir gitu-gituan. Yaah.. di kelas, temen yang paling deket sih sama Bunga. Sama temen yang lain biasa.
Suatu hari, aku naik kelas 3. Aku rada males harus pisah kelas ama Bunga. Pertama-tama suruh baris di lapangan depan kelas 3. Dibagiin kertas kecil yang digulung. Terus kertasnya di suruh buka ramai-ramai.
Aku dapat tulisan, "Bantal."
Apa maksudnya?
Aku tanya ke Bunga, "Kamu dapet tulisan apa?"
Dia jawab, "Bebek."
Oh.. aku ngerti.
Lalu Bu guru bilang gini, "yang dapet tulisan yang depannya huruf A berkumpul ya. Yang B sama yang B. Yang C sama yang C. Yang D sama yang D."
"Heeey! Yang B ke sini!" seseorang berteriak.
Sudah kuduga~
Aku nanya bunga dengan tampang gak nyante, "Kamu B? Bebek kan?"
Dia jawab, "Iya, kamu B juga kan?"
"Iyaa."
Terus kami berdua langsung berlari ke arah anak rusuh; yang tadi teriak-teriak.
"Kita B!" teriakku.
Terkumpul 32 orang, anak rusuh pergi lalu kembali membawa puzzle.
"Katanya bu guru, kita harus susun puzzle terus cari nama kelas kita."
"Ooh.." jawab kami serempak.
10 menit berlalu, aku sudah bosan. Capek, dan akhirnya kuserahkan pada anak laki-laki yang masih pada penasaran. Mereka masih belum menyerah, padahal anak-anak lain sudah masuk ke kelas masing-masing.
15 menit berlalu, guru membantu kami, dan akhirnya selesai. Aku dan Bunga kelas 3B.
-
Kriiiing..~
"Anak-anak, akan ada kerja kelompok. Pilih kelompok kalian, bertiga-tiga yaa.."
"Bunga~" aku menyenggolnya.
Dia mengangguk.
"Tapi kurang 1 orang lagi.." katanya.
Tiba-tiba seorang gadis datang,
"Bunga, bareng kamu yaa!" ucapnya.
"Iva! Udah lama!" seru Bunga.
Mereka asik ngobrol
Lalu Bunga memandangku
"Ini namanya Iva," jelasnya.
"Ooh, Iva~" panggilku sambil melambaikan tangan.
Dia tersenyum lalu membalas lambaianku. Bunga bercerita, "aku sama Iva dulu se TK."
"Terus kelas 1 kepisah," katanya.
Aku diam.
"Ooh.."
Kami asik mengobrol, aku, Iva dan Bunga.
Tak terasa, sudah jam istirahat. Iva mengotak-atik tasnya, lalu berkata,
"Eh, ke kantin yuk!"
Aku dan Bunga mengangguk, "Yuk!"
Di kantin ramai banget, kayak pasar. Padahal aku cuma mau beli es teh, tapi perjuangannya susah banget. Setelah kenyang, kami balik ke kelas lalu bermain ratu-ratuan. Aku lupa dulu aku main apa, pokoknya gara-gara permainan itu aku-Bunga-Iva jadi makin akrab.
Udah lama di kelas 3, laki-laki mulai menyadari kecantikan bunga dan kepintaran juga kebaikannya. Iva juga makin terkenal, karena dia pinter banget. Aku jadi minder, aku yang biasa-biasa aja, bisa bersahabat dengan 2 orang terkenal.
Kalo Bunga... jadi suka di suit-suit + di cie-cie in.
Kalo Iva... setiap selesai ulangan di kelilingin sama anak-anak yang pengen tanya jawaban.
Aku? Terpaksa diem dan main sama anak laki-laki bau.
Aku hampir kenal nama anak-anak di kelasku, hampir semua. Kalo yang perempuan sih kenal semua, yang laki-laki... gak kenal dan gak mau kenal. Tapi terpaksa, abis... sama temen yang perempuan udah pada buat kelompok main sendiri.
Kelompok mainku sih Bunga sama Iva, tapi mereka lagi sibuk. Entah deh.
-
Sudah lama aku di kelas 3, sekarang aku naik kelas 4. Tapi aku masih sekelas dengan anak-anak kelas 3, karena memang tidak di pisah.
Bunga jadi makin terkenal, Iva juga.
Banyak cowok yang suka sama Bunga, kalau si Iva... sepertinya ada fans tersembunyi. Mereka terkenal, gak apa-apa sih.. tapi itu menggangguku. Jadi... kalau sama Bunga dan Iva jadi gak akrab kayak dulu.
Entah kenapa..
"Cieee Bungaaa!" teriak seseorang.
"Iih, apaan sih!" kata Bunga sebal.
Tuh kan...
Iva menghampiriku lalu bilang, "Eh, Bunga jadi terkenal nih.. dia jadi disukain banyak temen-temen, cewek maupun cowok."
Kamu juga kan, va. pikirku.
"Iya... Tapi Bunga masih deket kok ama kita!" kataku.
"Iya sih... tapi kalau ngomong sama anak lain, ngomongnya yang gak kita ketahui. Jadi gak bisa Join Bareng," katanya lagi.
Iya juga sih...
"Udahlah, kamu kan juga terkenal~" kataku.
"Guru-guru seneng ama kamu, terus kayaknya ada fans tersembunyi," aku mengucapkan kebenaran.
"Siapa?" tanyanya.
"E-h... gak tahu."
Dari jauh, ada sosok gelap yang tersenyum licik, lalu pergi keluar ruangan.
Esok harinya...
Pelajaran olahraga..
Bunga berbaris di barisan ke tiga dari kiri.
Eh, lihat anak cowok? pada rebutan di barisan ke tiga dari kiri.
Apa-apaan tuh!
Di tengah pelajaran.. Bunga bisik-bisik ke aku, "Tuker tempat yuk.. si Rei ngeliatin aku mulu.. jijik."
Oh.. anak tinggi berkulit putih itu. Sebenarnya aku gak mau, udah pewek sih. Tapi gara-gara gak enak sama Bunganya...
Tunggu dulu, katanya kan gak boleh tuker tempat~
"Kan gak boleh tuker tempat," kataku.
"Oh iya... yah.."
Maaf ya Bunga
Kelas 4, jamannya aku main Facebook.
Tiba-tiba cowok dan cewek di kelas nge add FB ku.
Ku Approve semua, bahkan orang tak di kenal tetap ku approve.
Lalu... ada makhluk ngajakin chat
"Halo."
Ng..? Siapa..?
Aku jawab, "Siapa?"
Dia jawab, "Aku, Fakuho! Masa kamu gak kenal!"
Aku: "Ooh.. kirain siapa."
Fakuho: "Eh, kamu tau gak."
Aku: "Gak tau dan gak mau tau."
Fakuho: "Ini penting!"
Aku: "Apaan sih, sok akrab."
Fakuho: "Fai suka Iva tau!"
Aku: "Udahlah, jangan bikin gossip yang enggak-enggak."
Fakuho: "Serius! Aku denger dari mereka! Si Lead suka Bunga!"
Aku: "Oh ya? Bukannya itu buat nutup-nutupin kalo kamu suka bunga?"
Fakuho: "Uuh.. bener kata Rei. Kamu itu di sekolah pendiem tapi kalo di FB bacod."
Aku: "Terserah, yang pasti kamu boong kan? Ayo ngaku."
Fakuho: "Sumpah! Lead suka Bunga! Fai suka Iva, Rei suka kamu!"
Aku: "Ketauan banget boongnya."
Fakuho: "Aku gak boong!!"
Aku: "Waktu kapan gitu, Bunga bilang si Rei pernah ngeliatin dia lamaa banget pas olahraga."
Fakuho: "Ih, tapi Fai beneran suka Iva! Dia sering chat sama Iva!"
Aku: "Yaudah sih, Iva gini. Bunga gini."
Fakuho: "Yaah, gak percayaan sih!"
Aku: "Emang orang sepertimu bisa dipercaya?"
Fakuho: "Liat aja nanti pas masuk sekolah."
Aku: "Emang ada apaan di sekolah?"
Fakuho: "Liat aja."
Aku: "Terserah."
Dan akhirnya aku Offline.
The Beginning
[ END ]
- Aya -


Tidak ada komentar:
Posting Komentar