Pagi/siang/sore/malam pembaca ^^
Di entri ini, saya cuma mau ngasih tau kalo tanggal 26 kemarin Aya ulang tahun ^-^
so, it's time to say "HAPPY BIRTHDAY AYA ^^ WISH YOU ALL THE BEST XD" #telat woy telaat!
- Bunga -
//Coffee Love


|
Say 'HI'
MAX SIZE 200 X 75 > <$BlogItemCommentCount$> Comment(s) |
Sabtu, 27 Oktober 2012
Minggu, 16 September 2012
Pembantaian
Halo
Udah lama nih gak nge post
Pembaca sehat? *idih*
Langsung aja deh (# ` ε ´ # )
Udah lama nih gak nge post
Pembaca sehat? *idih*
Langsung aja deh (# ` ε ´ # )
PEMBANTAIAN
Jeng jeng jeng
Siapa yang menjadi Korban?
Kelas empat
"Anak-anak, sekarang buatlah kelompok, minimal berdua ya, maksimal ber 3."
Aku membalikkan badan, nengok ke arah Iva, menatap dengan tatapan yang berarti-- "Iva, kita sekelompok ya." Dan Iva melakukan hal yang sama pada Bunga.
Aku menyipitkan mata, Gak salah tuh? Pikirku.
Aku melihat Lead, Rei dan Fai bertiga-an. Mereka emang sahabat asli ya? Atau... baru jadi sahabat? Aaah, rumit banget.
Fai suka Iva... gara-gara dunia maya.
Lead suka Bunga... gara-gara, ya emang Bunganya kecantikan.
Rei suka aku? Engh... salah denger kali ya.
"Suka"
Perasaan mengerikan terhadap seseorang. Apalagi jika yang memiliki perasaan "suka" itu adalah cowok. Kayaknya kalo di sukain seseorang harusnya biasa aja, gak harus nge hindar juga kan? Kecuali kalo emang orangnya menjijikan. Kalo ada Rei, punggung ku berat sebelah, terus aku jadi rada takut. Coba Fakuho gak ngasih tahu. Pasti aku bakal tenang-tenang aja kan?
Jadi, siapa yang salah?
Yandere ku kambuh.
-
Hari Sabtu, hari libur. Hari yang dinantikan setiap anak.
Fakuho online.
Waktu baru mau ngajak ngomong, dia nya udah nyaut duluan.
Fakuho: "Halo :D."
Aku: "Eh, ada si Biang Gossip."
Fakuho: "????"
"Gimana? bener kan kata gue?"
Aku: " -__- "
Fakuho: "??"
Aku: "Nggak, kamu ngarang."
Fakuho: "Masih gak percaya ya?"
Aku: "Iya, kamu cuma bikin gossip baru lagi kan?"
Fakuho: "Eh, sumpah demi Allah! Gue gak ngarang! Tanya aja orangnya sendiri!"
Aku: "Gak boleh sumpah-sumpah an. Lagian ngapain nyuruh-nyuruh aku? Kamu sendiri ngomong "suka" ke Bunga aja gak pernah!"
Fakuho: "Eh, beneran! Gue gak bo'ong! Sumpah! Ngapain juga nyuruh lo?"
Aku: "Terus Gossip, Lead suka Bunga, Fai suka Iva, Rei suka aku, siapa yang buat? Siapa ya... yang nyebarin?"
Fakuho: "....."
"Gue."
Aku: "HAAAH! Ngaku juga lo akhirnya!"
Fakuho: "Iye-iye dah. Sori."
Aku: "Minta maaf yang tulus."
Fakuho: " . . . . "
"Sori."
Aku: " -__-."
" Gimana kalo... aku maafin tapi.. kamu harus ngomong 'suka' ke Bunga~"
Fakuho: "Wanjir, najis gue mah."
"Yaudah, gue gak nyebar gossip aneh lagi dah!"
"Tapi, biar lu yakin gossip itu bener, tanya aja sendiri sama orangnya!"
Fakuho Is Offline
Aku senyum-senyum sendiri
Hah... repot juga nge bantai dia. Akhirnya, dia ngaku juga. Akhirnya dia minta maaf.
Maafin gak yaa *duak*
-
"Adwiva!" panggil Iva.
"Apa?" jawabnya.
Adwiva, gadis ramah, pinter, cantik, kulitnya putih kayak orang korea. Sodaranya si Lead.
"Emang bener ya... si Lead suka sama Bunga?" tanya Iva.
Adwiva nengok kanan kiri, terus bilang, "Iya."
"Ooh.. oke, thanks ya!"
. . .
"Ay, gimana nih. Katanya si Adwiva-- sodaranya Lead, si Lead beneran suka sama Bunga!" lapor Iva.
. . . .
Aku nengok ke Fakuho.
"Aah.. pokoknya kita harus buktiin kalo dia salah!" kataku maksa.
Suatu hari, kami bunga dan aku main ke rumah Iva.
Dan... Iva menunjukkan Facebooknya.
Iva... d-dia sering chat sama si tuyul itu?! pikirku panik.
"Eh bunga, ayaka. Masa si Fai nyebelin, dia ngatain aku melulu!" kata Iva sebal sambil membuka ulang chatnya bareng si Fai.
Terus, aku liat di salah satu chatnya si Iva ama Fai, Bunga dan aku sempet baca...
Iva: "Eh Fai, kamu ska ama siapa?"
Fai: "Mo tau aja."
Iva: "Pliiis."
Fai: "....."
"Jangan kasih tau siapa-siapa ya?"
Iva: "Iya! Cepetan."
Fai: "Jangan marah ya."
Iva: "Iya!"
Fai: "Afa sama...
_ _ _"
Iva: "_ _ _ siapa?"
Fai: "......"
Iva: "Siapa?"
Fai: ".. Kamu! Puas?!"
Iva: "Oooh.."
" Hehe.. lumayan puas sih."
" Hehe.. lumayan puas sih."
Pokoknya yang kuliat cuma segitu.
Dan.. Aku rada shock juga. Ternyata Fai beneran suka ama Iva. Dan semua gossip itu benar?
Ah. Sial, tinggal si Rei.
Aku dateng ke sekolah, pagi-pagi, jam 6 lewat 15 tapi kurang 30 (?)
Jadi aku dateng pertama lagi ya? pikirku sambil senyum-senyum sendiri.
Aku denger ada suara "tek tek tek" gitu. Waktu kucari asal suaranya...
Aku liat si Rei lagi megang dua pensil terus mukul-mukulin ke meja (kayak orang lagi maen drum)
Aku diem liat dia, ya... Ngapain tuh? Gaje banget. Kataku dalem hati.
Rei ngeliat aku, "Apa?" katanya.
"E-enggak papa. Lanjutin aja," jawabku.
Idiiih... tadi dia ngapain? Gak ada kerjaan kali ya? pikirku lagi.
Sayangnya... gara-gara ada dia aku jadi bukan yang pertama masuk kelas.
Terus... waktu itu, si anak rusuh bawa komik Conan... ke berapa gitu, kan aku belom pernah baca- jadi aku pinjem komiknya. Eh, tiba-tiba si Rei ikutan baca juga-- mampus gue. Siapa belakang?! Nengok Ay! Nengok!
Aku langsung nge hindar. Terus dia bilang, "Itu yang ke berapa?"
Aku liat covernya, "42."
"Ooh, aku udah pernah baca," katanya.
Terus kenapa?!
"Oh.. ya," jawabku singkat.
Kejadian mengerikan itu selalu saja terjadi,
Aku pernah lagi gambar 2 cowok bawa pedang. Dia duduk di belakang aku terus nge rebut gambarku. BAYANGKAN, GAMBARKU SENDIRI DIA REBUT! Astajim, nih anak minta di apain.
Terus dia liat gambarku. "Keren," katanya.
Makasih~ kataku dalem hati.
Aku langsung nge rebut balik gambarku. Terus nge robek kertasnya di depan dia, "hih."
"Kenapa di robek?!" katanya.
Aku memandang Rei sebel. Kudiemin aja.
Aku bingung, Rei sering duduk di belakang aku. Padahal tempat duduknya di pilihin, tapi tetep aja.
Aku ganti Profile Picture FB. Hamster.
Terus dia tiba-tiba ngajak ngobrol, "Eh photo profilemu Hamster ya?"
"Iya."
"Lucuu."
-___- What the.. F*ck is..
Ku akui sih, dia lumayan baik. Tapi...
Jangan sok akrab gini dong!?
Pembantaian selesai
Aku mengaku kalah
-Aya-
Kamis, 16 Agustus 2012
Pembuktian~
Selamat pagi/siang/sore/malam
Saya persembahkan entri kedua
yang berjudul...
Pembuktian~
Waktu kelas empat, aku punya dua temen deket yang selalu bikin aku minder. Yang pertama Aya si imut dan Iva si pinter.
Pas kelas empat anak-anaknya udah pada mulai main suka-sukaan.
Temenku, si Aya, mukanya imut banget. kayak boneka, tapi bukan boneka jelangkung. Pokoknya boneka yang imut-imut gitu laah.
Aya, selain imut, otaknya juga encer. Selalu dapet ranking di kelas.
Aya juga kalau ngelawak kocak banget, walaupun dia ngelawak tanpa dia sadar, terus kalo ngelawak mukanya polos banget.
Aya punya fans, cuma waktu itu fansnya belum menampakan diri. Fans rahasia gitu.
Temenku yang satu lagi namanya Iva. Otaknya encer banget. Saking encernya, aku gak ngerasa perlu ngerjain PR, kan nanti bisa nyontek Iva~
Iva waktu itu masih polos, jadi kalo kucontek dia bolehin.
Menurut Iva, nilai 90 itu kurang. Makanya sering dapet nilai di atas 90. Rankingnya juga selalu 3 besar.
Iva selalu inget cerita-cerita lucu yang pernah kita alamin, jadi kalau aku ngambek dia ceritain cerita lucu itu biar aku gak ngambek lagi.
Iva juga cantik banget. Iva juga punya fans, tapi tidak menampakan diri. Fans rahasia.
Dan cerita ini dimulai sejak Aya menceritakan kalau dia habis chatting sama Fakuho.
"Eh, kemaren sore aku chatting sama Fakuho." kata Aya
"Terus kenapa?" tanya Iva
"Kata Fakuho, Lead suka sama Bunga, Fai suka sama Iva, terus Rei suka sama aku," kata Aya dengan nada suara menggantung.
Suasana hening sejenak
"Udahlah, ngapain kita pikirin, palingan cuma gossip." kata Iva menenangkan
"Iya juga, mungkin begitu." kataku
"Yaudah, kita main yuk!" kata Aya
Topik ini tidak bertahan sebentar pembaca, saat kenaikan kelas 5, kami terpisah. Aku dengan Iva sekelas, tapi Aya sendiri beda kelas.
"Yaah, kita beda kelas.." kataku lemas.
"Gapapalah Bung, nanti kita bisa main kok pas istirahat. lagian kelas kita kan sebelahan" kata Aya.
"Iya juga sih," kataku.
Pada suatu hari, Iva tiba-tiba berkata pelan.
"Eh, kayaknya yang Aya bilang pas kelas empat bener deh." kata Iva di kelas.
"Yang mana?" kataku lola.
"Yang dia bilang kalau Lead suka sama kamu, Rei suka sama Aya, Fai suka sama aku." kata Iva.
Aku yang sedang minum sedikit tersedak, "kamu tau darimana?"
"Coba deh, Lead, Rei, sama Fai tetep sering bareng kan walaupun mereka beda kelas. Kayak kita..." kata Iva.
Suasana hening sejenak..
"Yaudah, nanti kita ngobrol lagi deh sama Aya." kataku
"Yaudah" kata Iva singkat.
Lalu kami pun bermain
Pulang sekolah, kita bilang tentang hal ini ke Aya.
"Belum tentu bener kan?" kataku ragu-ragu.
"Kayaknya Iva bener deh, Bung. Lagian dia kan pinter kayak detektif, kita nurut ajalah sama perkiraannya." kata Aya sedikit bercanda.
"Nanti deh kita omongin lagi, aku udah dijemput nih. Daah!" kata Iva pamit
"Daah!" kataku dan Aya bersamaan
Singkat cerita, kita sudah yakin betul kalau mereka memang... ekhm... suka sama kita.
"Jangan-jangan di masjid mereka bareng juga lagi?" kata Iva berkomentar
Waktu itu anak kelas 5 sholat dzuhurnya di masjid
"Nanti kita liat yuk!" ajakku
"Sekalian ajak Aya, jangan lupa" Iva mengingatkan
"Iyalah" kataku
dan pas di masjid...
Jeng jeng jengg...
...
...
...
Mereka tetep bertiga
Aneh, padahal kelas mereka jauh-jauhan
Mereka juga nggak terlalu deket pas kelas 1-3
Jadi agak ganjil terlihat
"Tuh kan, mereka bertiga lagi.." kata Iva setelah kami melihat mereka duduk bersama di shaf keempat.
"Mungkin cuma kebetulan doang, mungkin gak setiap hari." kata Aya.
"Iya, besok kita liat aja lagi" kataku.
dan setelah kami melakukan pengamatan selama lebih dari tiga minggu untuk meyakinkan diri masing-masing, Ternyata...
Mereka selalu duduk bareng pas sholat dzuhur
dan kembali teringat kata-kata itu
Rei suka sama Aya~
Fai suka sama Iva~
Lead suka sama aku~
dan pernyataan di atas diperkuat dengan kalimat Fakuho
"Kan aku udah bilang pas chat sama Aya. aku denger sendiri mereka yang ngomong. nggak percayaan sih!" kata Fakuho saat kami chatting lagi sama dia
dan pengamatan setiap sholat dzuhur, untuk memastikan mereka memang suka duduk bertiga, menjadi kebiasaan.
Kami terpaksa harus datang seawal mungkin agar dapat tempat yang pas untuk "mengintip" mereka
tapi namanya kebiasaan, susah dihilangkan
"Kita kayak ngintipin cowok mandi..." komentarku pada suatu saat yang langsung ditertawakan Aya dan Iva.
dan lama-lama, kegiatan pengamatan kami disebut dengan "ngintipin cowok mandi" (padahal mereka nggak mandi -_-)
lama-lama mereka sadar kalau kami memperhatikan mereka setiap sholat dzuhur
dan sejak itu kami bermusuhan dengan mereka
kami menyebut mereka dengan sebutan MuLiSa
sedangkan kami menyebut komplotan kami dengan sebutan KoRoRa
jadilah KoRoRa vs MuLiSa
THE END
- Bunga -
Saya persembahkan entri kedua
yang berjudul...
Pembuktian~
Waktu kelas empat, aku punya dua temen deket yang selalu bikin aku minder. Yang pertama Aya si imut dan Iva si pinter.
Pas kelas empat anak-anaknya udah pada mulai main suka-sukaan.
Temenku, si Aya, mukanya imut banget. kayak boneka, tapi bukan boneka jelangkung. Pokoknya boneka yang imut-imut gitu laah.
Aya, selain imut, otaknya juga encer. Selalu dapet ranking di kelas.
Aya juga kalau ngelawak kocak banget, walaupun dia ngelawak tanpa dia sadar, terus kalo ngelawak mukanya polos banget.
Aya punya fans, cuma waktu itu fansnya belum menampakan diri. Fans rahasia gitu.
Temenku yang satu lagi namanya Iva. Otaknya encer banget. Saking encernya, aku gak ngerasa perlu ngerjain PR, kan nanti bisa nyontek Iva~
Iva waktu itu masih polos, jadi kalo kucontek dia bolehin.
Menurut Iva, nilai 90 itu kurang. Makanya sering dapet nilai di atas 90. Rankingnya juga selalu 3 besar.
Iva selalu inget cerita-cerita lucu yang pernah kita alamin, jadi kalau aku ngambek dia ceritain cerita lucu itu biar aku gak ngambek lagi.
Iva juga cantik banget. Iva juga punya fans, tapi tidak menampakan diri. Fans rahasia.
Dan cerita ini dimulai sejak Aya menceritakan kalau dia habis chatting sama Fakuho.
"Eh, kemaren sore aku chatting sama Fakuho." kata Aya
"Terus kenapa?" tanya Iva
"Kata Fakuho, Lead suka sama Bunga, Fai suka sama Iva, terus Rei suka sama aku," kata Aya dengan nada suara menggantung.
Suasana hening sejenak
"Udahlah, ngapain kita pikirin, palingan cuma gossip." kata Iva menenangkan
"Iya juga, mungkin begitu." kataku
"Yaudah, kita main yuk!" kata Aya
Topik ini tidak bertahan sebentar pembaca, saat kenaikan kelas 5, kami terpisah. Aku dengan Iva sekelas, tapi Aya sendiri beda kelas.
"Yaah, kita beda kelas.." kataku lemas.
"Gapapalah Bung, nanti kita bisa main kok pas istirahat. lagian kelas kita kan sebelahan" kata Aya.
"Iya juga sih," kataku.
Pada suatu hari, Iva tiba-tiba berkata pelan.
"Eh, kayaknya yang Aya bilang pas kelas empat bener deh." kata Iva di kelas.
"Yang mana?" kataku lola.
"Yang dia bilang kalau Lead suka sama kamu, Rei suka sama Aya, Fai suka sama aku." kata Iva.
Aku yang sedang minum sedikit tersedak, "kamu tau darimana?"
"Coba deh, Lead, Rei, sama Fai tetep sering bareng kan walaupun mereka beda kelas. Kayak kita..." kata Iva.
Suasana hening sejenak..
"Yaudah, nanti kita ngobrol lagi deh sama Aya." kataku
"Yaudah" kata Iva singkat.
Lalu kami pun bermain
Pulang sekolah, kita bilang tentang hal ini ke Aya.
"Belum tentu bener kan?" kataku ragu-ragu.
"Kayaknya Iva bener deh, Bung. Lagian dia kan pinter kayak detektif, kita nurut ajalah sama perkiraannya." kata Aya sedikit bercanda.
"Nanti deh kita omongin lagi, aku udah dijemput nih. Daah!" kata Iva pamit
"Daah!" kataku dan Aya bersamaan
Singkat cerita, kita sudah yakin betul kalau mereka memang... ekhm... suka sama kita.
"Jangan-jangan di masjid mereka bareng juga lagi?" kata Iva berkomentar
Waktu itu anak kelas 5 sholat dzuhurnya di masjid
"Nanti kita liat yuk!" ajakku
"Sekalian ajak Aya, jangan lupa" Iva mengingatkan
"Iyalah" kataku
dan pas di masjid...
Jeng jeng jengg...
...
...
...
Mereka tetep bertiga
Aneh, padahal kelas mereka jauh-jauhan
Mereka juga nggak terlalu deket pas kelas 1-3
Jadi agak ganjil terlihat
"Tuh kan, mereka bertiga lagi.." kata Iva setelah kami melihat mereka duduk bersama di shaf keempat.
"Mungkin cuma kebetulan doang, mungkin gak setiap hari." kata Aya.
"Iya, besok kita liat aja lagi" kataku.
dan setelah kami melakukan pengamatan selama lebih dari tiga minggu untuk meyakinkan diri masing-masing, Ternyata...
Mereka selalu duduk bareng pas sholat dzuhur
dan kembali teringat kata-kata itu
Rei suka sama Aya~
Fai suka sama Iva~
Lead suka sama aku~
dan pernyataan di atas diperkuat dengan kalimat Fakuho
"Kan aku udah bilang pas chat sama Aya. aku denger sendiri mereka yang ngomong. nggak percayaan sih!" kata Fakuho saat kami chatting lagi sama dia
dan pengamatan setiap sholat dzuhur, untuk memastikan mereka memang suka duduk bertiga, menjadi kebiasaan.
Kami terpaksa harus datang seawal mungkin agar dapat tempat yang pas untuk "mengintip" mereka
tapi namanya kebiasaan, susah dihilangkan
"Kita kayak ngintipin cowok mandi..." komentarku pada suatu saat yang langsung ditertawakan Aya dan Iva.
dan lama-lama, kegiatan pengamatan kami disebut dengan "ngintipin cowok mandi" (padahal mereka nggak mandi -_-)
lama-lama mereka sadar kalau kami memperhatikan mereka setiap sholat dzuhur
dan sejak itu kami bermusuhan dengan mereka
kami menyebut mereka dengan sebutan MuLiSa
sedangkan kami menyebut komplotan kami dengan sebutan KoRoRa
jadilah KoRoRa vs MuLiSa
THE END
- Bunga -
Selasa, 10 Juli 2012
The Beginning
Selamat Siang~ Selamat Datang
Kupersembahkan, entri pertama
Judulnya...
Kupersembahkan, entri pertama
Judulnya...
The Beginning
Waktu aku kelas 2, aku punya teman namanya Bunga. Dia baik, cantik, pinter. Pokoknya dia idaman anak cowok seangkatan, tapi dulu belom mikir gitu-gituan. Yaah.. di kelas, temen yang paling deket sih sama Bunga. Sama temen yang lain biasa.
Suatu hari, aku naik kelas 3. Aku rada males harus pisah kelas ama Bunga. Pertama-tama suruh baris di lapangan depan kelas 3. Dibagiin kertas kecil yang digulung. Terus kertasnya di suruh buka ramai-ramai.
Aku dapat tulisan, "Bantal."
Apa maksudnya?
Aku tanya ke Bunga, "Kamu dapet tulisan apa?"
Dia jawab, "Bebek."
Oh.. aku ngerti.
Lalu Bu guru bilang gini, "yang dapet tulisan yang depannya huruf A berkumpul ya. Yang B sama yang B. Yang C sama yang C. Yang D sama yang D."
"Heeey! Yang B ke sini!" seseorang berteriak.
Sudah kuduga~
Aku nanya bunga dengan tampang gak nyante, "Kamu B? Bebek kan?"
Dia jawab, "Iya, kamu B juga kan?"
"Iyaa."
Terus kami berdua langsung berlari ke arah anak rusuh; yang tadi teriak-teriak.
"Kita B!" teriakku.
Terkumpul 32 orang, anak rusuh pergi lalu kembali membawa puzzle.
"Katanya bu guru, kita harus susun puzzle terus cari nama kelas kita."
"Ooh.." jawab kami serempak.
10 menit berlalu, aku sudah bosan. Capek, dan akhirnya kuserahkan pada anak laki-laki yang masih pada penasaran. Mereka masih belum menyerah, padahal anak-anak lain sudah masuk ke kelas masing-masing.
15 menit berlalu, guru membantu kami, dan akhirnya selesai. Aku dan Bunga kelas 3B.
-
Kriiiing..~
"Anak-anak, akan ada kerja kelompok. Pilih kelompok kalian, bertiga-tiga yaa.."
"Bunga~" aku menyenggolnya.
Dia mengangguk.
"Tapi kurang 1 orang lagi.." katanya.
Tiba-tiba seorang gadis datang,
"Bunga, bareng kamu yaa!" ucapnya.
"Iva! Udah lama!" seru Bunga.
Mereka asik ngobrol
Lalu Bunga memandangku
"Ini namanya Iva," jelasnya.
"Ooh, Iva~" panggilku sambil melambaikan tangan.
Dia tersenyum lalu membalas lambaianku. Bunga bercerita, "aku sama Iva dulu se TK."
"Terus kelas 1 kepisah," katanya.
Aku diam.
"Ooh.."
Kami asik mengobrol, aku, Iva dan Bunga.
Tak terasa, sudah jam istirahat. Iva mengotak-atik tasnya, lalu berkata,
"Eh, ke kantin yuk!"
Aku dan Bunga mengangguk, "Yuk!"
Di kantin ramai banget, kayak pasar. Padahal aku cuma mau beli es teh, tapi perjuangannya susah banget. Setelah kenyang, kami balik ke kelas lalu bermain ratu-ratuan. Aku lupa dulu aku main apa, pokoknya gara-gara permainan itu aku-Bunga-Iva jadi makin akrab.
Udah lama di kelas 3, laki-laki mulai menyadari kecantikan bunga dan kepintaran juga kebaikannya. Iva juga makin terkenal, karena dia pinter banget. Aku jadi minder, aku yang biasa-biasa aja, bisa bersahabat dengan 2 orang terkenal.
Kalo Bunga... jadi suka di suit-suit + di cie-cie in.
Kalo Iva... setiap selesai ulangan di kelilingin sama anak-anak yang pengen tanya jawaban.
Aku? Terpaksa diem dan main sama anak laki-laki bau.
Aku hampir kenal nama anak-anak di kelasku, hampir semua. Kalo yang perempuan sih kenal semua, yang laki-laki... gak kenal dan gak mau kenal. Tapi terpaksa, abis... sama temen yang perempuan udah pada buat kelompok main sendiri.
Kelompok mainku sih Bunga sama Iva, tapi mereka lagi sibuk. Entah deh.
-
Sudah lama aku di kelas 3, sekarang aku naik kelas 4. Tapi aku masih sekelas dengan anak-anak kelas 3, karena memang tidak di pisah.
Bunga jadi makin terkenal, Iva juga.
Banyak cowok yang suka sama Bunga, kalau si Iva... sepertinya ada fans tersembunyi. Mereka terkenal, gak apa-apa sih.. tapi itu menggangguku. Jadi... kalau sama Bunga dan Iva jadi gak akrab kayak dulu.
Entah kenapa..
"Cieee Bungaaa!" teriak seseorang.
"Iih, apaan sih!" kata Bunga sebal.
Tuh kan...
Iva menghampiriku lalu bilang, "Eh, Bunga jadi terkenal nih.. dia jadi disukain banyak temen-temen, cewek maupun cowok."
Kamu juga kan, va. pikirku.
"Iya... Tapi Bunga masih deket kok ama kita!" kataku.
"Iya sih... tapi kalau ngomong sama anak lain, ngomongnya yang gak kita ketahui. Jadi gak bisa Join Bareng," katanya lagi.
Iya juga sih...
"Udahlah, kamu kan juga terkenal~" kataku.
"Guru-guru seneng ama kamu, terus kayaknya ada fans tersembunyi," aku mengucapkan kebenaran.
"Siapa?" tanyanya.
"E-h... gak tahu."
Dari jauh, ada sosok gelap yang tersenyum licik, lalu pergi keluar ruangan.
Esok harinya...
Pelajaran olahraga..
Bunga berbaris di barisan ke tiga dari kiri.
Eh, lihat anak cowok? pada rebutan di barisan ke tiga dari kiri.
Apa-apaan tuh!
Di tengah pelajaran.. Bunga bisik-bisik ke aku, "Tuker tempat yuk.. si Rei ngeliatin aku mulu.. jijik."
Oh.. anak tinggi berkulit putih itu. Sebenarnya aku gak mau, udah pewek sih. Tapi gara-gara gak enak sama Bunganya...
Tunggu dulu, katanya kan gak boleh tuker tempat~
"Kan gak boleh tuker tempat," kataku.
"Oh iya... yah.."
Maaf ya Bunga
Kelas 4, jamannya aku main Facebook.
Tiba-tiba cowok dan cewek di kelas nge add FB ku.
Ku Approve semua, bahkan orang tak di kenal tetap ku approve.
Lalu... ada makhluk ngajakin chat
"Halo."
Ng..? Siapa..?
Aku jawab, "Siapa?"
Dia jawab, "Aku, Fakuho! Masa kamu gak kenal!"
Aku: "Ooh.. kirain siapa."
Fakuho: "Eh, kamu tau gak."
Aku: "Gak tau dan gak mau tau."
Fakuho: "Ini penting!"
Aku: "Apaan sih, sok akrab."
Fakuho: "Fai suka Iva tau!"
Aku: "Udahlah, jangan bikin gossip yang enggak-enggak."
Fakuho: "Serius! Aku denger dari mereka! Si Lead suka Bunga!"
Aku: "Oh ya? Bukannya itu buat nutup-nutupin kalo kamu suka bunga?"
Fakuho: "Uuh.. bener kata Rei. Kamu itu di sekolah pendiem tapi kalo di FB bacod."
Aku: "Terserah, yang pasti kamu boong kan? Ayo ngaku."
Fakuho: "Sumpah! Lead suka Bunga! Fai suka Iva, Rei suka kamu!"
Aku: "Ketauan banget boongnya."
Fakuho: "Aku gak boong!!"
Aku: "Waktu kapan gitu, Bunga bilang si Rei pernah ngeliatin dia lamaa banget pas olahraga."
Fakuho: "Ih, tapi Fai beneran suka Iva! Dia sering chat sama Iva!"
Aku: "Yaudah sih, Iva gini. Bunga gini."
Fakuho: "Yaah, gak percayaan sih!"
Aku: "Emang orang sepertimu bisa dipercaya?"
Fakuho: "Liat aja nanti pas masuk sekolah."
Aku: "Emang ada apaan di sekolah?"
Fakuho: "Liat aja."
Aku: "Terserah."
Dan akhirnya aku Offline.
The Beginning
[ END ]
- Aya -
Langganan:
Komentar (Atom)
